{"id":843,"date":"2019-08-01T08:44:37","date_gmt":"2019-08-01T08:44:37","guid":{"rendered":"https:\/\/www.meteo.itb.ac.id\/?p=843"},"modified":"2019-08-02T02:37:31","modified_gmt":"2019-08-02T02:37:31","slug":"zhejiang-university-summer-school-2019","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/meteo.itb.ac.id\/?p=843&lang=id","title":{"rendered":"Zhejiang University Summer School 2019"},"content":{"rendered":"<p>Penulis: Aulia Azura<\/p>\n<p>Pada tanggal 07 juli hingga 14 juli 2019, Alhamdulillah saya mendapatkan<br \/>\nkesempatan untuk mengikuti program Zhejiang University Summer School 2019 di<br \/>\nZhejiang University dengan tema Coastal Geology and Hazard. Jumlah mahasiswa<br \/>\nITB yang mengikuti program ini sebanyak 18 peserta dengan spesifikiasi 10 orang<br \/>\nmahasiswa oseanografi, 7 orang mahasiswa teknik geologi, dan 1 orang mahasiswa<br \/>\nmeteorologi. Saya sendiri berasal dari Prodi Meteorologi yang merupakan satusatunya mahasiswa dari prodi yang mengikuti program ini.<br \/>\nSebenarnya program summer school ini merupakan kerjasama antara Fakultas Ilmu<br \/>\ndan Teknologi Kebumian ITB dengan Ocean College Zhejiang University. Untuk<br \/>\ntahun ini, diberikan kuota sebanyak 20 orang mahasiswa ITB untuk mengikuti<br \/>\nprogram tersebut, namun ada 2 orang mahasiswa yang mengundurkan diri<br \/>\nsehingga total peserta yang ikut menjadi 18 orang.<br \/>\nProgram ini berlangsung selama 10 hari, dengan kegiatan berupa lectures di kelas,<br \/>\nlaboratory visit ke zhairuoshan island, serta field trip ke beberapa tempat.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-845\" src=\"https:\/\/www.meteo.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/340\/2019\/08\/Untitled-300x226.png\" alt=\"\" width=\"327\" height=\"246\" srcset=\"https:\/\/meteo.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/340\/2019\/08\/Untitled-300x226.png 300w, https:\/\/meteo.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/340\/2019\/08\/Untitled.png 439w\" sizes=\"auto, (max-width: 327px) 100vw, 327px\" \/><\/p>\n<p>Pada tanggal 07 juli 2019 yakni hari pertama kegiatan, dilaksanakan beberapa<br \/>\nkuliah di teaching building 224 dengan 4 kali kuliah yang dibawakan oleh dosen dari<br \/>\nZhejiang university dengan judul Scientific Ocean Drilling, Mysterious Marine<br \/>\nCreature, dan Physical Oceanography. Setelah itu break sejenak untuk makan siang<br \/>\ndan istirahat. Kemudian dilanjutkan lagi kuliah dengan tema An Antarctic<br \/>\nExpedition.<br \/>\nPada malamnya, kami disambut dengan welcoming dinner dari pihak Zhejiang<br \/>\nUniversity. Disini dilakukan penyerahan plakat dari pihak ITB ke ZJU serta foto<br \/>\nbersama.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-846\" src=\"https:\/\/www.meteo.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/340\/2019\/08\/Untitled1-300x226.png\" alt=\"\" width=\"332\" height=\"250\" srcset=\"https:\/\/meteo.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/340\/2019\/08\/Untitled1-300x226.png 300w, https:\/\/meteo.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/340\/2019\/08\/Untitled1.png 415w\" sizes=\"auto, (max-width: 332px) 100vw, 332px\" \/><\/p>\n<p>Hari selanjutnya (tanggal 08 juli 2019) kami melakukan kunjungan ke pulau<br \/>\nZhairuoshan. Sebagai informasi, pulau ini merupakan pulau yang dijadikan tempat<br \/>\nuntuk riset dengan pemanfaatan energi yang berasal dari angin, arus tidal, serta<br \/>\nmatahari. Kemudian energi tersebut akan digunakan untuk pemenuhan kebutuhan<br \/>\nlistrik di kawasan pulau Zhairuoshan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-847\" src=\"https:\/\/www.meteo.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/340\/2019\/08\/Untitled2-300x226.png\" alt=\"\" width=\"346\" height=\"261\" srcset=\"https:\/\/meteo.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/340\/2019\/08\/Untitled2-300x226.png 300w, https:\/\/meteo.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/340\/2019\/08\/Untitled2.png 445w\" sizes=\"auto, (max-width: 346px) 100vw, 346px\" \/><\/p>\n<p>Salah satu fasilitas yang dimiliki oleh ZJU adalah alat berupa turbin elektro-hidrolik.<br \/>\nTurbin ini memanfaatkan arus laut untuk menghasilkan listrik yang akan disalurkan<br \/>\nke kawasan pulau Zhairuoshan. China merupakan salah satu negara dengan<br \/>\nkepadatan energi laut terbesar di dunia sehingga memiliki potensi untuk<br \/>\nmenghasilkan pembangkit listrik.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-848\" src=\"https:\/\/www.meteo.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/340\/2019\/08\/Untitled3-300x196.png\" alt=\"\" width=\"332\" height=\"217\" srcset=\"https:\/\/meteo.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/340\/2019\/08\/Untitled3-300x196.png 300w, https:\/\/meteo.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/340\/2019\/08\/Untitled3.png 582w\" sizes=\"auto, (max-width: 332px) 100vw, 332px\" \/><\/p>\n<p>Hari ketiga (tanggal 09 Juli 2019). Sebenarnya di hari ketiga ini, kami akan<br \/>\nmelakukan kunjungan ke Nandong Yigu dan museum budaya Zhoushan, namun<br \/>\ndikarenakan cuaca yang sedang tidak bersahabat, kegiatan direduksi sehingga kami<br \/>\nmengunjungi museum budaya Zhoushan saja. Di museum ini, diperlihatkan<br \/>\nbagaimana budaya dan tradisi masyarakat Zhoushan kuno, dari patung yang<br \/>\ndiperlihatkan, cukup jelas bahwa masyarakat Zhoushan terkenal dengan budaya<br \/>\nmelautnya. Foto di bawah memperlihatkan seorang bayi laki-laki yang tengah<br \/>\nmelakukan sebuah ritual berkenalan dengan laut. Hal ini bertujuan untuk<br \/>\nmembentuk mental pelaut pada diri sang bayi kelak ketika sudah dewasa.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-849\" src=\"https:\/\/www.meteo.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/340\/2019\/08\/Untitled4-300x185.png\" alt=\"\" width=\"318\" height=\"196\" srcset=\"https:\/\/meteo.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/340\/2019\/08\/Untitled4-300x185.png 300w, https:\/\/meteo.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/340\/2019\/08\/Untitled4.png 626w\" sizes=\"auto, (max-width: 318px) 100vw, 318px\" \/><\/p>\n<p>Pada hari keempat (tanggal 10 juli 2019) dan hari kelima (tanggal 11 juli 2019) kami<br \/>\nmelakukan field trip ke Rocky beach, Gravel Beach, dan Sandy Beach (Daqingshan)<br \/>\n<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-850\" src=\"https:\/\/www.meteo.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/340\/2019\/08\/Untitled5-300x199.png\" alt=\"\" width=\"318\" height=\"211\" srcset=\"https:\/\/meteo.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/340\/2019\/08\/Untitled5-300x199.png 300w, https:\/\/meteo.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/340\/2019\/08\/Untitled5.png 527w\" sizes=\"auto, (max-width: 318px) 100vw, 318px\" \/><\/p>\n<p>Pada hari ke enam (tanggal 12 Juli 2019) kami melakukan perjalanan ke Hangzhou<br \/>\nsekaligus meninggalkan Zhejiang University kampus Zhoushan. Perjalanan ke sana<br \/>\nmemerlukan waktu selama 4 jam, kami berangkat sekitar pukul 09.00 dan tiba di<br \/>\nHangzhou sekitar pukul 13.00. Setelah check-in hotel, kamipun mengunjungi<br \/>\nSecond Institute of Oceanography MNR. Tempat ini merupakan tempat riset dan<br \/>\npenelitian. Di sana kami dijelaskan beberapa alat riset seperti Argo (pendeteksi<br \/>\nprofil laut seperti salinitas ,temperature, kedalmaan ,dll) yang diintegrasikan<br \/>\ndengan internet sehingga mendapatkan informasi yang dituangkan kedalam folder<br \/>\nftp. Kemudian, juga terdapat mikroskop pendeteksi kandungan batuan, serta<br \/>\npenjelasan mengenai elnino di layar berbentuk globe, disajikan dalam bentuk yang<br \/>\nmenarik<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-851\" src=\"https:\/\/www.meteo.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/340\/2019\/08\/Untitled6-300x132.png\" alt=\"\" width=\"352\" height=\"155\" srcset=\"https:\/\/meteo.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/340\/2019\/08\/Untitled6-300x132.png 300w, https:\/\/meteo.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/340\/2019\/08\/Untitled6.png 608w\" sizes=\"auto, (max-width: 352px) 100vw, 352px\" \/><\/p>\n<p>Hari selanjutnya yaitu hari terakhir, kami mengunjungi Zhejiang University kampus<br \/>\nHangzhou. Di sana terdapat museum yang memperlihatkan sejarah berdirinya<br \/>\nZhejiang University serta professor-profesor yang berpengaruh di universitas<br \/>\ntersebut. Terakhir, kami mengambil foto bersama sekaligus menutup rangkaian<br \/>\nprogram Summer School Zhejiang University 2019 ini.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-844\" src=\"https:\/\/www.meteo.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/340\/2019\/08\/Untitled7-300x112.png\" alt=\"\" width=\"359\" height=\"134\" srcset=\"https:\/\/meteo.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/340\/2019\/08\/Untitled7-300x112.png 300w, https:\/\/meteo.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/340\/2019\/08\/Untitled7.png 571w\" sizes=\"auto, (max-width: 359px) 100vw, 359px\" \/><\/p>\n<p>Secara keseluruhan, program ini sangat menyenangkan karena mampu<br \/>\nmemberikan insight pada saya sebagai mahasiswa Meteorologi tentang keilmuan<br \/>\nSains kebumian lainnya khususnya Oseanografi dan Geologi serta mengenal<br \/>\nbudaya-budaya, keunikan, dan mengambil hikmah dari negara tirai bambu ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis: Aulia Azura Pada tanggal 07 juli hingga 14 juli 2019, Alhamdulillah saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program Zhejiang University Summer School 2019 di Zhejiang University dengan tema Coastal Geology and Hazard. Jumlah mahasiswa ITB yang mengikuti program ini sebanyak 18 peserta dengan spesifikiasi 10 orang mahasiswa oseanografi, 7 orang mahasiswa teknik geologi, dan 1 &hellip; <\/p>\n<p class=\"link-more\"><a href=\"https:\/\/meteo.itb.ac.id\/?p=843&#038;lang=id\" class=\"more-link\">Continue reading<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;Zhejiang University Summer School 2019&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1349,"featured_media":845,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-843","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kegiatan-mahasiswa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/meteo.itb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/843","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/meteo.itb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/meteo.itb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/meteo.itb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1349"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/meteo.itb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=843"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/meteo.itb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/843\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":926,"href":"https:\/\/meteo.itb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/843\/revisions\/926"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/meteo.itb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/845"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/meteo.itb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=843"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/meteo.itb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=843"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/meteo.itb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=843"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}