CG Academy “Weathering With You”


CG Academy “Weathering With You”

Dengan Pembicara :

Aditya Mulya Pratama
Indonesia Program Manager at New Energy Nexus

Fadhil Muhammad Firdaus
Indonesia Chief Rep. of APAQ Group *to be confirmed

Pada hari Sabtu, 14 Maret 2020 (09.00 – 12.00)

Tempat di Lo.Ka.Si Coffee and Space
Jl. Ir. H. Juanda No. 92 Bandung

Pertemuan Awal Semester II 2019-2020

Dengan dimulainya masa perkuliahan Semester Genap 2019-2020, Program Studi Meteorologi ITB menyelenggarakan kegiatan rutin yaitu Pertemuan Awal Semester II 2019-2020. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 13 Januari 2020 dan bertempat di Ruang Sidang Prof. Goenarso LABTEK XI Lantai II. Adapun kegiatan tersebut diisi dengan pemaparan informasi akademik oleh Ketua Program Studi Meteorologi yaitu Bapak Dr. Nurjanna Joko Trilaksoni, M.Si dan sesi tanya jawab dengan mahasiswa.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Bapak Dr. Noersomadi dari PSTA LAPAN Bandung yang memberikan pemaparan materi tentang “Observasi Dinamika Atmosfer menggunakan GNSS Radio Okultasi” yang diharapkan dapat menambah dan memperkaya wawasan mahasiswa Program Studi Meteorologi tentang Sains Atmosfer.

Education Expo Di SMA Negeri 20 Bandung

Pada Kamis, 9 Januari 2020 lalu, Prodi Meteorologi ITB menjadi bagian acara Education Expo SMA Negeri 20 Bandung yang bertajuk “Memperluas Wawasan Menggapai Masa Depan.” Tujuan dari acara ini adalah untuk mengenalkan dan menyediakan informasi terkait universitas-universitas yang akan menjadi pilihan para siswa untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Acara ini berlangsung pada pukul 8.00 hingga 15.00 WIB. Prodi Meteorologi dan Prodi Oseanografi berperan menjadi narasumber perwakilan dari Institut Teknologi Bandung pada acara ini, bersama dengan berbagai universitas dan institusi pendidikan lainnya, dengan sasaran utama peserta acara ini adalah siswa-siswi SMA Negeri 20 Bandung dan siswa-siswi perwakilan SMA-SMA Negeri Kota Bandung lainnya.

Education Expo SMA Negeri 20 Bandung ini terdiri dari dua bagian acara utama, yaitu acara pameran pendidikan dan talkshow dengan perwakilan dari institusi pendidikan terkait sebagai pembicara atau narasumber talkshow. Pembicara yang mewakili ITB adalah Dr. Nurjanna Joko Trilaksono selaku Ketua Prodi Sarjana Meteorologi ITB dan Ivonne Milichristi Radjawane, Ph.D. selaku Ketua Prodi Sarjana Oseanografi ITB. Penjelasan yang diberikan pada talkshow seputar pengenalan fakultas yang ada di ITB beserta proses pendaftaran kuliah ITB. Sementara di stand pameran pendidikan, para siswa dapat bertanya lebih detail kepada perwakilan institusi. Pewakilan institusi di stand ITB merupakan para alumni SMA Negeri 20 Bandung yang sedang berkuliah di ITB dan para asisten akademik Prodi Meteorologi dan Prodi Oseanografi. Para siswa juga dapat memperoleh brosur dan souvenir di stand institusi yang ada di pameran pendidikan ini.

Sistem Pemanenan Air Sederhana di Majalaya

Teringat waktu kecil di kampung, air hujan dari talang air tidak langsung dibuang melainkan kami tampung di bak mandi. Belakang saya jadi tau kalo itu disebut dengan RWH. Tentunya kalian tau dong apa itu RWH ? Yup, bener, RWH kepanjangan dari Rain Water Harvesting, Bahasa Indonesianya sih Pemanenan Air Hujan. Ternyata RWH merupakan kegiatan yang sudah kita lakukan ya dahulu. Tapi, sekarang bagaimana ya, apakah RWH masih dilakukan? Kembali ke nostalgia saya waktu masih kecil, hasil tampungan air hujan itu kami gunakan untuk kegiatan sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci, sampai menyiram tanaman. Sejauh yang saya ingat air tampungan tersebut lebih dingin loh terasa di badan. Segar….

Berkaitan dengan RWH ini, aku kemaren silaturahmi ketempat Kang Riki di Majalaya. Kebetulan juga sambil melihat-lihat pembuatan sistem RWH disana. Kegiatan ini dibantu oleh WCPL. Sudah familiar kan dengan WCPL ? Weather and Climate Prediction Laboratory di ITB. Kang Riki bercerita bahwa ide RWH yang dibangun ini sudah dimulai sejak 2014 yang diprakarsai oleh Dr. Tri Wahyu Hadi (TWH). Dan Alhamdulillah bisa terealisasi sekarang, yeaaayy. Sistem RWH tersebut dipasang di sekitar Masjid (Mushollah) Hidayatul Muttaqin. Sistem tersebut sangat sederhana loh (Gambar 1).

Gambar 1

Sistem RWH terdiri dari tandon air (250 L), beberapa pipa, dan atapun tuk menangkap air hujan. Saya coba hitung – hitung dengan Kang Riki kemaren, jika luas atap tampungan air sekitar 50 m2. Maka tandon air tersebut penuh dengan curah hujan 5 mm. Saya sempat mendengar gumaman Kang Riki, “hmmm… hujang sedang ya”. Wowww, sense Kang Riki tentang hujan bagus ya….

Oke ceritanya masih berlanjut, setelah tandon tadi penuh maka airnya akan dipindahkan melalui pompa air ke tandon kedua yang berada di tempat orang berwudhu. Air yang dipanen tersebut akan digunakan selain untuk kegiatan beribadah di musholah tersebut juga untuk keperluan lain, seperti menyiram tanaman di sekitar tempat tersebut.

Berikut pengalaman saya tentang RWH, o iya, yang membuat sistem tersebut adalah Kang Mimid dan keponakannya (Gambar 2) dibantu juga oleh warga sekitar. Kemaren saya juga sempat membantu Kang Mimid loh (Gambar 3), cuma bantu megangin pipanya saja, hehehe…
Terima kasih kepada Kang Riki, Kang Mimid, dan warga sekitar serta tim WCPL, semoga sistem RWH ini memberikan banyak manfaat….

Gambar 2

Gambar 3

Ditulis Oleh : Faiz R. Fajary