by : Mely Anggrini Editor : Muhaji Sahnita Putri Senin, 12 Februari 2024
Pengenalan Program Studi FITB pada Open House ITB 2023 Day 2
BANDUNG, meteo.itb.ac.id – Institut Teknologi Bandung kembali
mengadakan kegiatan open house yang bertujuan untuk memperkenalkan
program studi di kampus ini kepada siswa-siswi SMA yang berminat melanjutkan
pendidikan mereka ke bangku perkuliahan, terutama di Institut Teknologi
Bandung.
Tak luput dari semangat #FutureTogether, program studi Meteorologi melalui Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB, turut berpartisipasi memeriahkan acara open house kali ini. Pada hari ke-2, dilakukan pengenalan program studi Meteorologi secara langsung oleh Ketua Program Studi Meteorologi ITB, yaitu Dr. Muhammad Rais Abdillah, S.Si., M.Sc.. Pengenalan secara rinci mulai dari apa itu meteorologi, mata kuliah yang ada, korelasi dengan program studi lain, prestasi mahasiswa, hingga prospek kerja, dijelaskan secara rinci dan lengkap pada kesempatan kali ini.
Pengenalan Automatic Weather Station
Permainan tebak gambar awan pada Booth Program Studi Meteorologi
Bukan hanya pengenalan materi saja, open house ITB
pada kali ini menyediakan booth yang mampu membantu siswa-siswi mengenal
program studi di ITB dengan cara yang menyenangkan. Program studi Meteorologi
sendiri menyediakan booth dengan games menarik yaitu tebak nama
awan, dimana siswa-siswi dibekali penjelasan mengenai jenis-jenis awan oleh
mahasiswa Meteorologi ITB dan kemudian diharuskan menebak jenis awan apa yang
ditunjukkan dalam kurun waktu tertentu. Selain games tebak awan, diberikan pula
penjelasan mengenai Automatic Weather Station (AWS), seperti apa itu
AWS, detail dari tiap bagiannya, hingga fungsi dari alat tersebut.
Melalui kegiatan open house FITB ITB #FutureTogether
kali ini, diharapkan dapat memenuhi rasa ingin tau dan menambah pengetahuan
para siswa-siswi Sekolah Menengah Atas mengenai program studi di Institut
Teknologi Bandung, terlebih lagi pada program studi Meteorologi di Fakultas
Ilmu dan Teknologi Kebumian, sehingga siswa-siswi dapat menjadi generasi
pemimpin penerus bangsa dengan masa depan yang gemilang.
by : Mely Anggrini Editor : Muhaji Sahnita Putri Senin, 12 Februari 2024
Company visit HMME “Atmosphaira” ITB ke PT Garuda Indonesia
BANDUNG, meteo.itb.ac.id – Program studi Meteorologi Institut
Teknologi Bandung (ITB) gelar kegiatan company visit ke beberapa
perusahaan penunjang mata kuliah pada program studi Meteorologi, diantaranya
adalah PT MRT Jakarta, PT Garuda Indonesia, dan PT Hidronav Tehnikatama.
Kegiatan company visit ini dilaksanakan pada Kamis (23/11/2023).
Tujuan utama diadakannya kegiatan company visit ini adalah untuk memperkenalkan lingkup pekerjaan yang lebih luas kepada para mahasiswa serta meningkatkan edukasi terkait perusahaan-perusahaan yang telah dikunjungi.
Mahasiswa Program Studi Meteorologi memasuki simulatir Pesawat Garuda Indonesia
Kunjungan
pertama dilakukan ke PT Garuda Indonesia, tepatnya pada Garuda Indonesia
Training Center (GITC). Mahasiswa dibekali banyak hal mengenai meteorologi dan
juga penerbangan. Pada awalnya mahasiswa diceritakan pengalaman menarik oleh Kaptor
Andhika Putra selaku Vice President of Learning and Development, selama
menjadi bagian dari PT Garuda Indonesia GITC. Tak berhenti sampai di situ saja,
Oktadiansyah Ali Akbar selaku Flight Dispatcher, memberikan pengetahuan
baru mengenai dunia penerbangan yang juga berkaitan dengan meteorologi. Mulai
dari penjelasan mengenai stakeholder pada penerbangan, bagaimana pesawat
dapat terbang dengan baik, hingga pada lapisan dan tekanan bumi seperti apa
pesawat dapat terbang dengan stabil.
Bukan hanya penjelasan semata saja, pada kesempatan company visit kali ini tentunya mahasiswa diajak berkeliling menuju berbagai bagian dari GITC. Salah satu tempat yang dikunjungi adalah Full Flight Simulator, yaitu perangkat simulasi penerbangan yang digunakan untuk melatih dan menguji keterampilan terbang agar keahlian dari penerbang tetap terjaga. Mahasiswa diajak untuk mencoba melakukan take off simulation bersama dengan Dita selaku Senior Manager GITC agar dapat merasakan simulasi menjalankan pesawat secara langsung di ruang kendali.
Penyerahan plakat dan kenang-kenangan kepada PT MRT Jakarta
Mahasiswa mengunjungi daerah servis kereta pada PT MRT Jakarta
Selanjutnya dilaksanakan pula kunjungan
kepada PT MRT Jakarta. Mass Rapid Transit Jakarta (MRTJ) adalah salah satu moda
transportasi cepat berbasis rel yang berada di daerah DKI Jakarta. Kunjungan
yang dibimbing oleh Rachmy Fitriani,
S.Si., M.Si. selaku dosen program studi Meteorologi ITB berjalan dengan sangat
baik. Antusias mahasiswa bertambah dengan banyaknya pengetahuan menarik yang
disuguhkan oleh PT MRT Jakarta.
Setelah menerima banyak pengetahuan mengenai apa itu MRT dan bagaimana perkembangannya, mahasiswa diajak melihat-lihat suku cadang kereta, servis kereta, hingga proses perbaikan serta penyempurnaan MRT itu sendiri. Tidak hanya mengunjungi bagian internal saja, mahasiswa diajak untuk melihat secara langsung pengoperasian MRT. Mulai dari memasuki MRT hingga mengikuti perjalanan menggunakan MRT yang telah disediakan.
Teledyne Oceanscience Z-Boat
Kunjungan terakhir adalah menuju PT Hidronav Tehnikatama. Perusahaan yang berlokasi di Kota Jakarta Timur ini adalah perusahaan yang telah berkecimpung dalam industri survei untuk memenuhi kebutuhan peralatan dalam bidang survei tanah, survey kelautan, geofisika, oseanografi, hingga hidrografi dan udara.
Mahasiswa mengunjungi daerah servis kereta pada PT Hidronav Tehnikatama
Pada kesempatan kali ini, mahasiswa
diberikan banyak bekal berupa penjelasan mengenai alat-alat apa saja yang telah
diproduksi oleh PT Hidronav Tehnikatama. Para mahasiswa pun diajak berkeliling
ruang industri untuk melihat alat-alat seperti Automatic Weather Station,
Rain Gauge, hingga Z-Boat yang digunakan untuk survei daerah
perairan.
Melalui kegiatan company visit yang
diadakan oleh program studi Meteorologi dan HMME “Atmosphaira” ITB, banyak
sekali ilmu dan pengetahuan yang bisa para mahasiswa dapat. Diharapkan minat
mahasiswa akan pekerjaan yang berbasis meteorologi akan semakin terbuka dan
kelak dapat menjadi insan muda berprestasi yang terus maju dalam mengembangkan teknologi
bangsa.
by : Mely Anggrini Editor : Muhaji Sahnita Putri Kamis, 23 November 2023
CV Clinic & Interview Training pada rangkaian Wisuda Oktober 2023
BANDUNG, meteo.itb.ac.id – Program Studi Meteorologi Institut Teknologi Bandung (ITB) gelar kegiatan pelatihan pembuatan Curriculum Vitae (CV) dan wawancara kerja dengan judul Parchment of Life : CV Clinic & Interview Training pada Sabtu (04/11/2023) bertempat di Ruang Seminar Program Studi Meteorologi.
Kegiatan ini diadakan dalam rangka menyambut Wisuda Oktober Prodi Meteorologi 2023 dan bertujuan untuk membantu mahasiswa meningkatkan persiapan karier serta memaksimalkan kesempatan dalam mencari pekerjaan atau berkarier. Dihadiri oleh pembicara professional yaitu Rizki Ramadhana selaku Course Instructor di RevoU serta Senior Manager Quality Engineering di PT Dirgantara Indonesia dan Zelina Venesia selaku LCPC Data Analystics Mini Course Instructors di RevoU serta Talent Management Supervisor di PT Dirgantara Indonesia, kedua pembicara memberikan masukan secara jelas dan terstruktur mengenai poin-poin yang harus diperhatikan dalam pembuatan CV hingga praktik yang baik dan benar saat melakukan interview.
Penyerahan kenang-kenangan oleh Kaprodi Meteorologi kepada pembicara
Para wisudawan mengaku merasa
sangat terbantu dengan diadakannya kegiatan CV
Clinic & Interview Training ini.
“Acaranya sangat bermanfaat, karena dihitung-hitung sama seperti satu sks buat
pendidikan karier. Melalui acara ini dijelaskan mengenai persiapan jenjang karier hingga pembuatan
CV. Kita juga jadi tau cara praktik saat
wawancara secara langsung kayak gimana. Pembicaranya juga gak kaleng-kaleng,
sangat bersahabat sama anak-anak Meteorologi. Pengalaman dan ilmu mereka sangat
tersalurkan kepada kami, ” ujar Ismail, wisudawan Meteorologi 2023.
Selain
Ismail, ada pula Ridho dan Sholeh yang turut merasakan manfaat dari
berlangsungnya acara ini. “Melalui acara ini, kita para wisudawan jadi tau
kebutuhan HR itu pada bagian mana dan perusahaan inginnya pekerja yang seperti
apa, sehingga memperbesar kemungkinan kita dapat diterima di perusahaan
tersebut,” tutur Ridho, wisusawan Meteorologi 2023
“CV
Clinic & Interview Training ini harus diteruskan kedepannya, karena
acaranya bagus bagi semua mahasiswa,” ujar Sholeh, wisudawan Meteorologi 2023
Ismail,
Ridho, dan Sholeh pun berharap agar adik-adik tingkat mereka dapat
mempersiapkan jenjang karier sejak dini. Hal ini bertujuan agar dapat
mempermudah proses pencarian pekerjaan yang sesuai dengan karier serta passion
mereka kelak.
“Untuk adik-adik semua, selama kuliah jangan lupa persiapkan
jenjang kariernya juga ya, karena kalau misalnya udah lulus gak tau kariernya
dan gak tau harus kemana, bakal lebih bingung daripada yang sudah mempersiapkan
lebih dini,” sambung Ismail.
by : Lutfiah Nur Rohmah Salaamah Editor : Muhaji Sahnita Putri Jumat, 17 November 2023
Kegiatan kuliah lapangan mahasiswa Meteorologi ITB di Pangalengan, Kab. Bandung
BANDUNG, meteo.itb,ac.id — Mahasiswa Meteorologi ITB telah menjalani pengalaman yang berharga melalui mata kuliah Kuliah Lapangan (ME3098) yang berlangsung selama satu minggu, mulai dari 31 Juli hingga 6 Agustus 2023 di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. utama yang menjadi fokus dalam kuliah lapangan ini adalah pemasangan alat Automatic Weather Station (AWS) dan observasi cuaca langsung. Menurut pernyataan salah satu mahasiswa, Ni Wayan Yamuna Kanika, AWS, alat canggih yang digunakan untuk mengukur berbagai parameter cuaca, dipasang sebanyak tiga unit di tiga lokasi berbeda, yaitu Site 0 di Malabar Tea Village, Site 1 di Kampung Cinchona, dan Site 2 di Margamulya. Sebelumnya, para mahasiswa telah dibagi menjadi tiga kelompok sesuai dengan jumlah site, dan masing-masing kelompok bertanggung jawab atas observasi di situs yang ditentukan. Namun, pada hari kedua, terjadi rotasi kelompok observasi untuk memastikan setiap kelompok memiliki kesempatan untuk mengamati cuaca di semua site yang ada.
Peta topografi cekungan Bandung
Peta elevasi
Selain observasi, mahasiswa juga melakukan analisis kondisi cuaca setiap hari dengan mengolah data dari pengamatan cuaca. Data yang diperoleh dari AWS diolah dengan tujuan untuk mengetahui kondisi cuaca harian di lokasi yang diamati dan mengidentifikasi fenomena cuaca yang mungkin terjadi. Fenomena cuaca seperti angin gunung dan angin lembah, angin katabatik, dan angin anabatik merupakan bagian penting dari pengamatan cuaca di Pangalengan.
Angin gunung dan angin
lembah adalah fenomena cuaca yang berkaitan dengan topografi. Angin gunung
adalah angin yang bergerak dari dataran rendah ke dataran tinggi atau gunung
karena pemanasan yang lebih cepat di dataran rendah. Sebaliknya, angin lembah adalah
angin yang bergerak dari dataran tinggi atau gunung ke dataran rendah pada
malam hari karena pendinginan yang lebih cepat di daerah tersebut. Fenomena ini
dapat mempengaruhi suhu dan kelembaban udara di sekitarnya. Sementara itu,
angin katabatik dan angin anabatik adalah jenis angin yang berkaitan dengan
topografi pegunungan. Angin katabatik adalah angin yang terjadi ketika udara
dingin dan berat mengalir ke bawah dari pegunungan ke dataran rendah. Angin
anabatik, sebaliknya, terjadi ketika udara hangat mengalir dari dataran rendah
ke pegunungan. Kedua fenomena ini dapat berdampak signifikan pada suhu dan
kelembaban udara di wilayah yang diamati.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa fenomena skala sinoptik tidak memiliki dampak signifikan pada perubahan parameter cuaca di wilayah ini. Sebaliknya, topografi yang beragam dan strategis di Pangalengan, yang mencakup gunung-gunung, perbukitan, dan lembah, menjadi kunci dalam pengamatan cuaca yang dilakukan di wilayah ini.
pukul 18.00-06.00 WIB
Pukul 06.01-18.00 WIB
Pada contoh wind rose di atas, yaitu wind rose di tanggal 3-4 Agustus 2023, terlihat bahwa pada pukul 18.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB keesokan harinya angin dominan berasal dari arah tenggara akibat adanya pengaruh dari angin katabatik, yang mana di sebelah tenggara site memiliki elevasi yang lebih tinggi dibanding site tempat pengamatan. Sementara itu, pada pukul 06.01 WIB hingga pukul 18.00 WIB, angin yang mendominasi berasal dari arah barat laut dan utara akibat adanya pengaruh dari angin anabatik, yang mana di arah tersebut memiliki elevasi yang lebih rendah dari site pengamatan.
Kuliah lapangan mahasiswa
Meteorologi ITB di Pangalengan, Kabupaten Bandung, telah membawa wawasan
berharga tentang peran topografi dalam mengatur cuaca lokal. Melalui pengamatan
dan analisis cuaca, termasuk fenomena seperti angin gunung, angin lembah, angin
katabatik, dan angin anabatik, mahasiswa memperdalam pemahaman mereka tentang
hubungan antara topografi dan perubahan cuaca. Pengalaman ini tidak hanya
meningkatkan keterampilan praktik tetapi juga membantu menginspirasi semangat
penelitian di bidang meteorologi dan memperkuat dasar untuk prediksi cuaca yang
lebih akurat di wilayah-wilayah dengan topografi serupa.