Oleh : Daffa Tsabat (Meteorologi, 2023)
Editor : Daffa Tsabat (Meteorologi, 2023)

BANDUNG, meteo.itb.ac.id – Program Studi Meteorologi Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Meteorologi “Atmosphaira” ITB menyelenggarakan kegiatan kunjungan pada Selasa (9/12/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran penerapan ilmu meteorologi dalam bidang riset serta implementasinya pada sektor energi terbarukan.
Kegiatan ini dilaksanakan di dua lokasi, yaitu BRIN Serpong, Tangerang Selatan, Banten, serta kawasan PLTA Cirata di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Kunjungan ke BRIN Serpong

Kunjungan ke BRIN Serpong dilaksanakan di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) B.J. Habibie. Dalam kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pemaparan mengenai pengembangan riset meteorologi dan energi terbarukan yang dilakukan oleh para periset BRIN. Materi yang disampaikan mencakup pemanfaatan teknologi pengamatan atmosfer serta pengembangan sistem energi berbasis sumber daya alam Indonesia.
Mahasiswa mendapatkan penjelasan terkait penggunaan teknologi radar cuaca dalam pengamatan dinamika atmosfer, termasuk penerapan X-Band Radar untuk memantau sistem cuaca berskala lokal. Selain itu, disampaikan pula pemanfaatan sensor kualitas udara PM2.5 dalam mendukung pemantauan lingkungan, khususnya pada wilayah yang rentan terhadap kejadian kebakaran hutan dan lahan. Riset-riset tersebut dikembangkan melalui kolaborasi antara BRIN dengan berbagai institusi nasional dan internasional.

Selain bidang meteorologi, mahasiswa juga memperoleh wawasan mengenai pengembangan energi panas bumi sebagai salah satu sumber energi terbarukan unggulan di Indonesia. Pada sesi ini dijelaskan potensi besar panas bumi nasional serta pengembangan teknologi Organic Rankine Cycle (ORC) yang memungkinkan pemanfaatan panas bersuhu relatif rendah untuk dikonversi menjadi energi listrik secara efisien.
Antusiasme mahasiswa terlihat selama kegiatan berlangsung, terutama dalam sesi diskusi dan tanya jawab bersama para periset. Mahasiswa juga berkesempatan mengunjungi beberapa fasilitas laboratorium di kawasan riset, termasuk laboratorium yang mendukung riset atmosfer dan konversi energi. Kunjungan ini menjadi sarana pembelajaran langsung sekaligus memperkuat keterhubungan antara dunia akademik dan lembaga riset dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang meteorologi dan energi terbarukan.
Kunjungan ke PLTA dan PLTS Cirata

Sementara itu, rombongan mahasiswa lainnya melaksanakan kunjungan ke kawasan PLTA dan PLTS Cirata di Kabupaten Karawang. Setibanya di lokasi, mahasiswa disambut oleh perwakilan PT PLN Nusantara Power selaku pengelola pembangkit di kawasan Cirata.
Dalam pemaparan awal, mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai sistem pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), serta keterkaitannya dengan kondisi meteorologi dan hidrologi. Dijelaskan bahwa variabilitas curah hujan berpengaruh terhadap ketersediaan air waduk, sementara radiasi matahari menjadi faktor utama dalam produksi listrik tenaga surya.

Mahasiswa kemudian diajak meninjau PLTS 1 MW Cirata untuk melihat secara langsung sistem panel surya dan proses konversi energi matahari menjadi energi listrik. Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke power house PLTA Cirata, di mana mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai proses konversi energi potensial air menjadi energi listrik melalui sistem turbin dan generator.
Melalui keunjungan ini, mahasiswa Program Studi Meteorologi ITB memperoleh pengalaman pembelajaran langsung yang mengaitkan keilmuan meteorologi dengan praktik riset dan implementasi energi terbarukan. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa serta memperkuat pemahaman mengenai peran strategis meteorologi dalam mendukung ketahanan energi dan pembangunan berkelanjutan.


